kangsetia1heri.com – Beberapa waktu lalu, sebuah Ferrari Daytona sempat bikin geger jagat Motuba. Mobil ini ramai dibicarakan karena pernah muncul dalam lelang Bea Cukai, dengan rumor kondisi mesin mati dan tidak bisa jalan. Banyak yang mengira mobil ini hanya akan jadi pajangan atau proyek mangkrak. Namun ternyata, kenyataannya jauh dari itu.
Beberapa waktu lalu, mbah Jevier M mendapat info menarik: Ferrari Daytona tersebut terlihat sedang test jalan di kawasan Ringroad Utara Yogyakarta pada tanggal 15 Desember 2025. Masih dalam kondisi inreyen karena baru saja selesai digarap, sepertinya mobil ini hanya dipakai muter-muter di sekitar bengkel. Meski begitu, kehadirannya di jalan umum langsung menyedot perhatian. Bukan cuma karena bentuknya yang ikonik, tapi juga karena suaranya.
Suara V12 Karburator: Galak, Raw, dan Bikin Senyum Sendiri
Begitu mesin dihidupkan, karakter V12 karburator langsung terasa. Suaranya benar-benar raw, mekanikal, dan galak—jauh dari kesan mobil modern yang serba senyap. Saat digas, sesekali terdengar agak keselek, kemungkinan besar karena setelan karbu masih belum final. Maklum, mobil baru selesai digarap.
Namun saat langsam, suaranya justru renyah dan enak didengar. Tipe suara yang bikin orang senyum sendiri, apalagi buat yang rindu sensasi mobil sport lawas. Tidak ada embel-embel elektrikal aneh-aneh. Mobil ini gearbox manual, tanpa ABS, tanpa airbag, tanpa traction control. Murni mesin, transmisi, dan feeling pengemudi.
Bukan 365 GTB/4 Competizione Asli
Perlu diluruskan juga mbah, mobil ini bukan Ferrari 365 GTB/4 Competizione original. Unit yang beredar di Indonesia ini merupakan hasil konversi resmi yang digarap oleh bengkel spesialis di California. Meski begitu, basisnya tetap Ferrari Daytona, dan secara populasi, model ini termasuk sangat langka di Indonesia.
Basis awalnya memang grand tourer, tapi sekarang sudah berubah total jadi full race car look. Interior dilucuti, pakai bucket seat, roll cage, kaca ringan (lightweight glass), dan detail-detail khas mobil balap klasik. Menariknya, transmisinya masih gated 6-speed manual, sesuatu yang sekarang sudah hampir punah di Ferrari modern.
Plat Sudah Bukan AB, Pindah Pantura
Informasi yang beredar, Ferrari Daytona ini sudah tidak lagi berplat AB (Jogja). Kabarnya mobil tersebut kini pindah ke wilayah Pantura. Wajar saja, mobil seperti ini biasanya lebih sering berpindah tangan antar kolektor, atau sekadar berpindah garasi sesuai kebutuhan pemiliknya.
Keluh Kesah Merawat Ferrari Daytona V12 Karburator
Di balik tampilannya yang sangar dan suaranya yang bikin merinding, merawat Ferrari Daytona jelas tidak semudah memelihara mobil harian. Ada beberapa keluh kesah yang umum dirasakan pemilik mobil klasik seperti ini:
Setelan Karburator Ribet
Mesin V12 dengan karburator butuh penyetelan yang presisi. Salah sedikit, mesin bisa pincang, ngempos, atau malah keselek saat digas.Spare Part Tidak Ramah Dompet
Banyak komponen harus impor atau rekondisi, dan harganya jelas bukan kelas jutaan. Waktu tunggunya pun kadang bikin geleng-geleng.Panas Mesin
Mesin besar, ruang mesin klasik, dan kondisi lalu lintas Indonesia membuat sistem pendinginan harus ekstra diperhatikan.Butuh Bengkel Spesialis
Tidak semua bengkel paham karakter Ferrari klasik. Salah tangan, risiko kerusakan bisa jadi sangat mahal.Lebih Cocok Jadi Hobi, Bukan Mobil Harian
Mobil ini butuh perhatian, pemanasan rutin, dan kesabaran. Cocok buat yang menikmati proses, bukan yang ingin praktis.
Estimasi Biaya Perawatan Ferrari Daytona V12 Karburator
Biar tidak cuma kebayang ganteng dan galaknya saja, berikut gambaran estimasi biaya perawatan Ferrari Daytona klasik bermesin V12 karburator di Indonesia. Angka ini tentu kasar dan sangat tergantung kondisi unit serta ketersediaan bengkel dan part.
Servis Ringan Berkala
Ganti oli mesin, filter, pengecekan karburator, dan setelan dasar:
👉 kisaran Rp15–30 juta sekali servis.Setel Karburator & Tune Up Mesin
Termasuk sinkronisasi karbu, setelan langsam, dan respons gas:
👉 kisaran Rp20–50 juta, tergantung tingkat kesulitan.Sistem Pendinginan (Radiator & Selang)
Rekondisi atau penggantian part pendingin:
👉 bisa tembus Rp50–150 juta jika harus impor part.Kaki-kaki & Rem
Bushing, shock, disc brake, hingga kaliper klasik:
👉 kisaran Rp50–200 juta, tergantung kondisi awal.Spare Part Langka / Custom
Beberapa part harus custom made atau rekondisi luar negeri:
👉 sangat variatif, mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.Biaya Tak Terduga
Mobil klasik hampir selalu punya kejutan: sensor, seal bocor, atau part getas:
👉 siapkan dana cadangan Rp100–300 juta.
Jika ditotal kasar, untuk menjaga Ferrari Daytona tetap sehat dan siap jalan, pemilik idealnya menyiapkan budget tahunan minimal Rp300–500 juta, bahkan bisa lebih bila ada pekerjaan besar.
Penutup
Ferrari Daytona ini membuktikan bahwa mobil klasik balap bukan soal kenyamanan, tapi soal karakter, sejarah, dan sensasi berkendara yang jujur. Meski bukan Competizione asli, kehadirannya di jalanan Indonesia tetap spesial. Suara V12 karburator, transmisi manual gated, dan minimnya bantuan elektronik membuat mobil ini seperti mesin waktu dari era balap lama.
Buat mbah-mbah Motuba, melihat Ferrari Daytona ini masih hidup, jalan, dan bersuara galak saja sudah jadi kepuasan tersendiri.
sumber : postingan Jevier M (owner mobillangka.id) di Motuba pada tanggal 15 Desember 2025.
0 Komentar