kangsetia1heri.com - Mitsubishi Grandis 2.4 4G69: Mesin Badak yang Boros tapi Masih Masuk Akal. Di jagat Motuba (Mobil Tua Bangka), Mitsubishi Grandis sering jadi bahan debat. Satu kubu bilang “boros parah”, kubu lain santai: “lah wong bodinya segede gitu, mesinnya 2.4, ngarep irit Brio?”
Yang menarik, hampir semua sepakat pada satu hal:
👉 Grandis itu mobil enak, nyaman, dan masih pantas dipakai sampai sekarang.
Varian Mitsubishi Grandis di Indonesia
Mitsubishi Grandis yang masuk Indonesia secara resmi ada dua varian:
Grandis GLS
Varian terendah, tampilan lebih kalem, minim aksen over fenderGrandis GT
Varian tertinggi, tampilan lebih sporty, fitur lebih lengkap
Keduanya pakai mesin yang sama:
- 4G69
- Kapasitas 2.400 cc
- 4 silinder
- Transmisi automatic konvensional 4-speed
Ini penting: tidak ada perbedaan mesin, jadi urusan tenaga dan konsumsi BBM secara teori sama.
Mesin 4G69: “Badak” tapi Bukan Asal Boros
Mesin 4G69 ini satu keluarga dengan:
4G63 (2.000 cc) yang legendaris di Lancer dan Galant
Karakter khas mesin Mitsubishi era ini:
- Torsi terasa di putaran bawah–menengah
- Cocok untuk bodi besar
- Awet kalau dirawat normal
- Bukan mesin irit, tapi juga bukan mesin rewel
Dengan bobot Grandis yang mendekati 1,7 ton, mesin ini memang bekerja keras, terutama di:
- Macet kota
- Stop & go
- Jalan sempit
Konsumsi BBM Mitsubishi Grandis: Borosnya Segimana?
Dari pengalaman owner dan diskusi Motuba, kisarannya realistis:
🔹 Dalam Kota
- 1:5 – 1:7 km/l
- Macet parah + injak gas dalam = bisa terasa “ngedot”
🔹 Luar Kota
- 1:8 – 1:10 km/l
- Kecepatan konstan 70–90 km/jam masih masuk akal
Bandingkan dengan:
- CR-V 2.4 K24 → mirip
- Innova bensin 2.0 → mirip
- Terrano 2.4 karbu → malah Grandis terasa lebih halus
Jadi boros?
👉 Iya, tapi masih wajar untuk kelasnya.
Kenapa Banyak yang Bilang Boros Parah?
Ada beberapa faktor yang sering dilupakan:
Teknologi lama
AT 4-speed jelas kalah efisien dibanding CVT atau AT modernDimensi & aerodinamika
Grandis itu lebar, tinggi, dan beratGaya nyetir
Mesin 2.4 kalau sering dibejek, ya wajar minumnya derasKondisi unit
Banyak Grandis sekarang usia di atas 15 tahun, sensor & kaki-kaki berpengaruh
Nyaman untuk Keluarga, Itu Faktanya
Hampir semua testimoni sepakat:
- Jok empuk
- Kabin lega
- Duduk baris depan, tengah, belakang sama-sama manusiawi
- Cocok untuk rute luar kota dan perjalanan jauh
Ini bukan mobil buat:
❌ cari irit BBM
❌ harian macet Jakarta
❌ bandingin sama LCGC
Tapi cocok buat:
✅ mobil keluarga
✅ road trip
✅ kenyamanan
✅ penggemar mobil Jepang era “besi tebal”
Boros Itu Relatif, Jangan Salah Banding
Seringkali Grandis dibandingkan dengan:
- Brio
- Avanza
- LCGC
Padahal kelasnya beda jauh.
Kalau mobil:
- cc besar
- bodi besar
- tenaga besar
- tapi km/l sama dengan mobil kecil yang tenaganya kalah, justru itu efisien secara performa.
Kesimpulan ala setia1heri
Mitsubishi Grandis 2.4 bukan mobil irit, tapi juga bukan monster boros tanpa alasan.
Ia menawarkan:
- Kenyamanan
- Tenaga
- Karakter mesin “badak”
- Dan rasa berkendara mobil Jepang lama yang solid
Kalau siap dengan:
- BBM
- Perawatan wajar
- Ekspektasi realistis
👉 Grandis masih sangat layak dipelihara.
"Di sandingin Ama yg hampir 15 tahun lebih muda masih ga malu2in lah.....Di ajak lari juga Masi okee....." pungkas mbah Wahid Amirudin
sumber : Motuba
0 Komentar