Mobil Fiat Uno II 1995 Kecil, Tua, Tapi Bikin Time Attack Bandung–Jogja Pecah

kangsetia1heri.com - Mobil Fiat Uno II 1995: Kecil, Tua, Tapi Bikin Time Attack Bandung–Jogja Pecah. 

Nama Fiat Uno mungkin sudah jarang terlihat di jalanan Indonesia. Namun di kalangan Motuba (Mobil Tua Bangka), mobil kecil asal Italia ini masih menyimpan banyak cerita yang bikin geleng-geleng kepala. Salah satunya datang dari Fiat Uno II tahun 1995 yang pernah mencatatkan perjalanan Bandung–Jogja dengan waktu yang terbilang “nekat” untuk ukuran era sebelum tol Trans Jawa.

Mobil Fiat Uno II 1995 Kecil, Tua, Tapi Bikin Time Attack Bandung–Jogja Pecah

Bayangkan, berangkat dari Cibiru jam 12 malam dan tiba di Jogja sekitar jam 4 pagi. Kurang lebih 4 jam perjalanan, di kondisi jalan nasional yang masih penuh tikungan, truk besar, dan minim jalur lurus panjang. Kecepatan tertinggi? Hanya sekitar 120 km/jam. Tapi justru di situ letak keistimewaan Fiat Uno.

"Pagi MOTUBAers...Fiat UNO II 1995
Dengan mobil ini, time attack Bandung Jogja terPECAHkan, dari Cibiru jam 12 malam, sampe Jogja depan 187 jam 4 pagi...Amazing..., belum ada TOL...
Paling kenceng hanya 120km/jam..., tapi... UNO ini istimewa di turning pointnya, itu yang bikin cepet sampe Jogja...Melihara lagi apa ya hihi...
Kenceng, Irit... DalKot 1:11-12, LurKot  1:16. Terimakasih ADMIN..
." ujar mbah Gregorius Bima Bathara di grup facebook Motuba pada tanggal 16 Januari 2026. 

Bukan Soal Kencang Lurus, Tapi Lincah di Tikungan

Fiat Uno bukan mobil yang menang di adu top speed. Namun banyak pemilik dan mantan pemilik sepakat, handling Uno adalah senjata utamanya. Dimensi kompak, bobot ringan, dan setelan kaki-kaki yang pas membuat mobil ini sangat percaya diri saat diajak menikung.

Di jalur Bandung–Jogja lama, keunggulan turning point cepat dan stabil membuat Uno bisa menjaga kecepatan rata-rata tanpa harus memaksa mesin. Ini yang sering luput dari perhitungan: mobil yang enak dikendalikan di tikungan seringkali bisa lebih cepat sampai dibanding mobil bertenaga besar tapi harus sering mengerem.

Mesin 1.3 yang Irit dan Responsif

Varian Fiat Uno SL bermesin 1.300 cc dikenal cukup seimbang antara performa dan efisiensi. Tenaganya memang tidak brutal, tapi responsif dan ringan diajak lari.

Konsumsi BBM yang dirasakan pengguna:

  • Dalam kota: sekitar 1:11–12
  • Luar kota: bisa tembus 1:16

Untuk mobil Eropa tahun 90-an, angka ini tergolong sangat irit. Tidak heran kalau banyak yang menyebut Uno sebagai mobil kecil yang “nggak neko-neko” selama perawatan dasarnya dijaga.Mobil Fiat Uno II 1995 Kecil, Tua, Tapi Bikin Time Attack Bandung–Jogja Pecah

Sensasi Berkendara yang Bikin Kangen

Beberapa pengguna lama Fiat Uno menyebut mobil ini sebagai salah satu mobil compact dengan handling paling menyenangkan. Setir terasa komunikatif, bodi mudah dikontrol, dan posisi duduk mendukung gaya nyetir aktif.

Memang ada penyesuaian, terutama bagi yang terbiasa mobil Jepang:

  • Tuas sein dan lampu ala Eropa
  • Ergonomi yang terasa “asing” di awal

Namun setelah terbiasa, justru di situlah letak keunikannya. Fiat Uno bukan sekadar alat transportasi, tapi mobil yang mengajak pengemudinya ikut “terlibat”.

PR Kepemilikan: Onderdil dan Kaki-kaki

Sebagai Motuba Eropa, Fiat Uno tentu punya sisi gelap. Tantangan terbesar ada di onderdil:

  • Harga relatif lebih mahal
  • Ketersediaan tidak selalu mudah
  • Beberapa komponen tidak bisa diganti satuan

Contoh yang sering bikin geleng kepala adalah tie rod yang harus satu set dengan swing arm. Bagi yang terbiasa mobil Jepang, ini jelas terasa ribet dan mahal. Tapi bagi penggemar Fiat, hal ini sudah dianggap “konsekuensi cinta”.

Mobil Fiat Uno II 1995 Kecil, Tua, Tapi Bikin Time Attack Bandung–Jogja Pecah

Masih Layak Dipelihara?

Kalau orientasinya mobil harian murah dan minim drama, Fiat Uno jelas bukan pilihan rasional. Namun jika yang dicari adalah:

  • Mobil kecil dengan karakter kuat
  • Handling enak dan fun to drive
  • Nostalgia dan cerita
  • Pengalaman berkendara yang berbeda

Maka Fiat Uno II 1995 masih sangat layak dipelihara, terutama sebagai mobil hobi atau koleksi yang tetap bisa diajak jalan jauh.

"Sy pernah punya uno sl thn 90. Mesin 1300nya lumayan irit dan ngacir. Kl yg biasa jejepangan, agak kikuk dengan tuas sein dan lampunya. " pungkas mbah Agung Hari Prastowo.

Penutup

Fiat Uno membuktikan bahwa cepat tidak selalu soal tenaga besar. Handling, keseimbangan, dan keberanian menjaga ritme sering kali jauh lebih menentukan.

Tak heran jika banyak yang pernah punya Uno lalu berkata:

“Melihara lagi apa ya… hihi.”

Karena mobil seperti ini, sekali kenal, susah dilupakan.

Mobil Fiat Uno II 1995 Kecil, Tua, Tapi Bikin Time Attack Bandung–Jogja Pecah

Posting Komentar

0 Komentar